Teknik Budidaya Ikan Gurame dengan Sistem Boster

Teknik Budidaya Ikan Gurame dengan Sistem Boster, Teknik Budidaya Ikan Gurame dengan Sistem Boster

Teknik Budidaya Ikan Gurame dengan Sistem Boster

Bagaimana cara membudidayakan ikan gurame dengan sistem boster? Sistem boster merupakan suatu sistem dalam memelihara ikan gurame di lahan pekarangan. Dengan mengaplikasikan sistem ini, ikan-ikan gurame yang dihasilkan akan mempunyai kualitas yang lebih baik. Perlu diketahui, umumnya ikan gurame yang dirawat di kolam pekarangan memiliki pertumbuhan yang lamban, masa pemeliharaannya lama, serta memiliki produktivitas yang rendah.

Tujuan dari diberlakukannya metode budidaya dengan sistem boster ialah mengatasi keterbatasan lahan dan mempermudah kontrol pertumbuhan ikan. Sistem ini juga akan menaikkan tingkat produktivitas ikan gurame, mempercepat proses pertumbuhan ikan gurame, serta mendayagunakan lahan yang tersedia. Dan berikut panduan membudidayakan ikan gurame dengan sistem boster yang patut Anda ketahui!

teknik-budidaya-ikan-gurame.jpg

  1. Buat kolam tanah di area pekarangan yang memiliki kondisi paling ideal untuk dipakai memelihara ikan gurame. Anda bisa memperhatikan artikel yang pernah kami bahas di sini untuk memperoleh panduan membuat kolam ikan gurame.
  2. Lengkapi kolam tersebut dengan paralon yang berdiameter 2 inci dan panjang menyesuaikan ketinggian air sebagai saluran pembuangan air. Caranya masukkan salah satu ujung paralon ke dalam bagian shock yang telah diletakkan di dasar kolam.
  3. Kemudian pasang juga paralon yang memiliki diameter 4 inci yang berguna untuk mengeluarkan kotoran di dasar kolam. Salah satu ujung paralon ini lantas dibuat lubang dengan diameter sekitar 1-2 cm.
  4. Isilah kolam menggunakan air sumur dengan volume sesuai tujuan pemeliharaan ikan. Kolam untuk pendederan benih ikan gurame cukup memilik ketinggian air mencapai 80 cm. Sedangkan kolam yang dipakai untuk pembesaran ikan gurame sampai pemanenan, ketinggiannya sekitar 100-120 cm.
  5. Untuk meningkatkan kesuburan air kolam, lakukan pemupukan dengan dosis 1 tutup botol/m3 yang telah dicampur air sebanyak 1-2 liter secara merata. Setelah pelaksanaan pemupukan, kolam perlu didiamkan selama 5-6 hari sehingga pupuk terlarut di air dengan maksimal.
  6. Penggunaan benih ikan gurame perlu disesuaikan dengan program pembudidayaan yang telah direncanakan. Misalnya jika mengharapkan panen dengan bobot ikan berkisar 7-9 ekor/ons, pilih benih yang berukuran 250-300 gram/ekor.
  7. Pakan yang diberikan kepada ikan gurame harus dapat memenuhi 3% dari berat biomassa. Mengingat ikan gurame merupakan omnivora, Anda bisa memberikannya pelet dan dedaunan dengan tambahan probiotik sebanyak 10-20 cc/kb pakan. Pakan diberikan setiap 2-3 kali sehari dan pemberian probiotiknya setiap 1 kali per hari.
  8. Air kolam perlu diganti sebanyak 30% setiap 5-6 hari agar kualitasnya terjaga dengan baik. Kolam pun harus diberikan pupuk susulan memakai probiotik sejumlah 1-2 cc/m3 air setiap 7 hari sekali untuk menjaga tingkat kesuburannya.
  9. Ikan gurame bisa dipanen setelah umurnya berkisar antara 5-8 bulan tergantung ukuran tebar benih dan target panen. Sebelum dilakukan pemanenan, volume air kolam perlu disurutkan hingga ketinggian airnya mencapai 1 m. Setelah itu, ikan-ikan gurame dapat ditangkap satu per satu untuk selanjutnya dimasukkan ke dalam wadah plastik.

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *