Panduan Budidaya Ikan Patin di Kolam Terpal

Panduan Budidaya Ikan Patin di Kolam Terpal, Panduan Budidaya Ikan Patin di Kolam Terpal

Panduan Budidaya Ikan Patin di Kolam Terpal

Pembudidayaan ikan patin di kolam terpal disukai oleh para petani di Indonesia lantaran hemat biaya dan perawatannya sederhana. Terlebih ikan patin merupakan ikan yang gampang dibudidayakan, tidak memerlukan air mengalir, bisa hidup di perairan yang minim oksigen, dan toleran terhadap berbagai pH air. Namun Anda tetap harus merawat ikan patin dengan baik khususnya selama ikan masih berbentuk larva karena kondisinya masih sangat rentan.

budidaya-ikan-patin-di-kolam-terpal.jpg

Berikut panduan budidaya ikan patin menggunakan kolam terpal selengkapnya!

Langkah 1 : Pendederan Tahap Pertama

Pendederan tahap pertama bertujuan untuk membesarkan larva ikan patin hingga ukurannya 3-5 cm. Sebaiknya tahap ini dilakukan memakai kolam di ruang tertutup mengingat larva ikan patin sangat sensitif terhadap perubahan cuaca, suhu, oksigen, tingkat keasaman, dan parameter kimia lainnya. Kolam yang dibutuhkan memiliki ukuran 2 x 1 x 0,5 m yang dapat menampung benih sebanyak 15.000-20.000 ekor. Kolam pendederan dilengkapi dengan peralatan seperti blower, jaring, genset, listrik, dan unit penetasan.

Pada hari kedua setelah pembuatan kolam, kolam tersebut diisi air dengan ketinggian 15-20 cm. Selanjutnya air bisa ditambahi sedikit demi sedikit sampai hari kelima. Benih ikan patin bisa mulai dilepaskan pada hari ketujuh sejak pembuatan kolam terpal.

Pemeliharaan benih ikan patin pada tahap pertama berlangsung selama 3-4 minggu. Pemberian pakan berupa artemia dilakukan setiap 2 jam sekali. Setelah hari ketujuh, ikan diberikan pakan berbentuk kutu air dan cacing sutra. Pelet mulai boleh digunakan sebagai pakan ikan ketika usianya memasuki 14 hari.

Langkah 2 : Pendederan Tahap Kedua

Ikan-ikan patin yang sudah berukuran 3-5 cm selanjutnya dipindahkan ke kolam pendederan tahap kedua untuk dibesarkan. Ukuran kolam yang digunakan masih sama seperti pada tahap sebelumnya dan diisi air hingga ketinggian 25 cm. Selanjutnya setiap kolam tersebut bisa diisi dengan ikan patin kecil berjumlah 5.000-7.000 ekor.

Pakan yang diberikan pada tahap ini adalah pelet berbentuk crumble yang diberikan setiap 3-4 jam sekali. Penggantian air dilakukan dengan volume sepertiga kolam setiap hari. Setelah berusia 3 minggu rata-rata ukuran ikan bakal tumbuh menjadi 8-10 cm.

Langkah 3 : Pembesaran

Pada tahap ini, ikan patin dibesarkan supaya memiliki bobot yang ideal untuk dipasarkan yakni sekitar 250 gram/ekor. Sebelum ikan patin dipindahkan ke kolam pembesaran, lakukan proses aklimatisasi terlebih dulu dengan mengapungkan kantong berisi bibit ikan patin di atas kolam selama 10-15 menit. Kepadatan penebaran populasi untuk ikan patin berukuran 10 cm adalah 5-10 ekor/m2.

Pakan yang dipakai selama proses pembesaran ialah campuran antara pakan komersil dan pakan alternatif. Pakan komersil hanya diberikan pada tahap awal selama sebulan mengingat harganya yang lumayan mahal. Beruntung ikan dari keluarga lele-lelean ini doyan dengan segala macam pakan. Sehingga Anda dapat memberikannya pakan-pakan alternatif berupa sisa sayuran, mie, roti, daging, udang, cacing, dan sebagainya.

Langkah 4 : Pemanenan

Proses pembudidayaan ikan patin biasanya memakan waktu berkisar antara 6-8 bulan. Ikan patin bisa dikatakan layak panen setelah bobotnya mencapai 250 gram per ekor. Pemanenan dikerjakan dengan menjaring ikan tersebut lalu sesegera mungkin mendistribusikannya ke pembeli.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *